Laman

Wednesday, 23 January 2013

TV ONE terdepan dalam mengabarkan atau mengaburkan ?



Mungkin saya termasuk orang yang masih awam tentang jurnalistik sebab memang saya tidak berkecimpung atau belajar didunia itu namun sedikit banyaknya saya tahu bagaimana menggali informasi dari lawan bicara agar ketidaktahuan yang saya miliki menjadi sebuah pengetahuan yang berguna. Oleh karenanya kesal sekali rasanya ketika saya melihat Muhammad Rizky reporter TV ONE mewawancara Jokowi secara live diprogram 100 hari Jokowi, dalam tayangan tersebut terlihat sekali sikap tendensius dan kesoktahuan yang dilakukan oleh sang reporter. Bukannya menggali informasi yang dalam dari Jokowi terkait pertanyaan yang diajukannya agar jawaban yang dilontarkan bisa dipahami oleh masyarakat, sang reporter malah melakukan desakan, pemotongan pembicaraan, serta bertubi-tubi mengeluarkan pertanyaan sinis seperti seseorang yang sedang menghakimi terdakwa. Entah saya yang memang awam terhadap etika jurnalistik atau si Muhammad Rizky yang sangat pintar sehingga dia merasa pertanyaannya sangat berbobot dan sudah sesuai aturan dan etika jurnalistik, apalagi kabarnya disebuah media menceritakan kalau Jokowi mendamprat TV ONE usai shooting karena TV ONE dianggap menghianati kesepakatan wawancara dengan Jokowi sebelum shooting.