Laman

Friday, 8 May 2015

Ironi Jean Henry Dunant Demi Kemanusiaan

Jean Henry Dunant

Bagi anggota perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia pastilah sudah tidak asing lagi dengan nama Jean Henry Dunant. Pria yang tanggal kelahirannya dijadikan penghormatan sebagai hari Palang Merah ini begitu berdedikasi dalam bidang kemanusiaan. Terbukti, pada tahun 1910 Jean Henry Dunant berhasil meraih Nobel Perdamaian pertama atas jasanya dibidang kemanusiaan.

Dunant kecil memang sudah ditanamkan nilai-nilai sosial dalam dirinya oleh orang tuanya. Ayahnya Jean Jacquest Dunant dan Ibunya Antoinette Dunant-Colladon merupakan pasangan pengusaha yang aktif dalam kegiatan keagamaan Calvinist dan sering membantu para anak yatim piatu, tahanan penjara, orang sakit, dan orang miskin. Keluarga Dunant menjadi keluarga yang berpengaruh dalam lingkungan masayarat Geneva saat itu. Namun, pada usia yang ke 21 tahun Dunant dipaksa keluar dari Universitas Calvinist karena nilainya yang buruk dan kemudian memutuskan untuk mengikuti program apprentice disebuah firma bernama Lullin et Sauter yang bergerak di bidang penukaran uang hingga akhirnya Dunant sukse menjadi seorang Bankir.