Laman

Wednesday, 10 August 2016

Kutukan "Sales Person" !


Apa yang terbayang dibenak anda ketika mendengar kata sales, sales person, atau SPG/SPB ? mungkin bagi sebagian orang ini terdengar sebeagai kata yang mengganggu, melelahkan, atau sebisa mungkin harus dihindari. Saya pribadi dahulu kala selalu menganggap sales atau sales person adalah sebuah hal yang cukup rendahan. Oleh karenanya bagi beberapa orang agak sungkan untuk menulis kata sales dalam kolom jabatan perusahaan, biasanya kolom tersebut diisi dengan kata ganti product marketing atau product consultant agar terbaca agak mentereng. Citra buruk ini terbentuk dari perilaku beberapa orang yang terlalu agresif dalam menjalankan pekerjaannya yang notabene adalah penjualan.

Friday, 8 May 2015

Ironi Jean Henry Dunant Demi Kemanusiaan

Jean Henry Dunant

Bagi anggota perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia pastilah sudah tidak asing lagi dengan nama Jean Henry Dunant. Pria yang tanggal kelahirannya dijadikan penghormatan sebagai hari Palang Merah ini begitu berdedikasi dalam bidang kemanusiaan. Terbukti, pada tahun 1910 Jean Henry Dunant berhasil meraih Nobel Perdamaian pertama atas jasanya dibidang kemanusiaan.

Dunant kecil memang sudah ditanamkan nilai-nilai sosial dalam dirinya oleh orang tuanya. Ayahnya Jean Jacquest Dunant dan Ibunya Antoinette Dunant-Colladon merupakan pasangan pengusaha yang aktif dalam kegiatan keagamaan Calvinist dan sering membantu para anak yatim piatu, tahanan penjara, orang sakit, dan orang miskin. Keluarga Dunant menjadi keluarga yang berpengaruh dalam lingkungan masayarat Geneva saat itu. Namun, pada usia yang ke 21 tahun Dunant dipaksa keluar dari Universitas Calvinist karena nilainya yang buruk dan kemudian memutuskan untuk mengikuti program apprentice disebuah firma bernama Lullin et Sauter yang bergerak di bidang penukaran uang hingga akhirnya Dunant sukse menjadi seorang Bankir.

Saturday, 21 December 2013

Biografi Alfred Reginal Radcliffe Brown

A.R. Radcliffe Brown
Alfred Radcliffe-Brown lahir di Sparkbrook, Birmingham, Britania Raya pada bulan pertama tanggal 17 tahun 1881. Setelah menempuh pendidikan di Trinity College, beliau hijrah ke Pulau Andaman pada tahun 1906 hingga 1908 dan juga Australia Barat pada tahun 1910 hingga 1912. Misi beliau dalam penjelajahan ini adalah melakukan praktik lapangan terhadap kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Setelah itu, beliau membuat buku yang berjudul The Andaman Islanders (1922) dan The Social Organization of Australian Tribes (1930).

Di tengah-tengah karirnya, beliau menjadi sebuah direktur di pusat pendidikan di Tonga dan pada tahun 1920, beliau pindah di CapeTown untuk menjadi profesor antropologi sosial serta menemukan sekolah untuk orang-orang Afrika. Beliau kemudian mengajar di University of Sydney (1925-1931) dan University of Chicago (1931-1937). Akhirnya, beliau kembali ke Inggris untuk mengajar Antropologi di Oxford hingga pensiun di tahun 1946.


Selain mengabdikan hidupnya di bidang Antropologi, beliau juga menemukan sebuah konsep yang disebut dengan Structural Functionalism. Beliau berargumen bahwa identifikasi fungsi dari praktik sosial adalah untuk menjadi relatif pada total struktur sosial yang ada. Beliau mencetuskan paham Structural Functionalism ini atas dasar pengalamannya pada praktik lapangan yang beliau lakukan di Andaman dan Australia Barat.


Kritik budaya dan sosial yang beliau cetuskan selama hidupnya menjadi sebuah pertimbangan tersendiri terhadap perubahan historis yang ada pada masyarakat yang telah beliau pelajari. Di lain kata, Alfred Radcliffe-Brown telah membawa perubahan mengenai kolonialisme. Saat ini, melalui karya-karyanya, lelaki yang telah tiada empat puluh enam tahun silam ini dijuluki sebagai Bapak Antropologi Sosial Modern, bersama dengan Bronislaw Malinowski, rekan praktik lapangannya di masa muda.